Madiun l gadingnews.co.id - Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar *High Level Meeting* (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) dengan tema *“Menjaga Harga, Mendorong Digitalisasi, Bersama Menguatkan Ekonomi Kabupaten Madiun BERSAHAJA”*, di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kamis (10/9/2026). Kegiatan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Madiun, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Pimpinan Bank Jatim Cabang Caruban, Kepala BPS Kabupaten Madiun, Pimpinan Cabang Bulog Madiun, serta undangan lainnya.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun yang mencapai sekitar 7,48 persen merupakan hasil dari berbagai program dan kolaborasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Untuk menjaga capaian tersebut, Pemkab Madiun secara rutin melakukan evaluasi bersama jajaran pimpinan OPD, khususnya dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendorong investasi yang berdampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Setiap bulan kita lakukan evaluasi dengan teman-teman pimpinan OPD, sehingga kita selalu berkolaborasi bagaimana kita supaya bisa menjaga, baik itu inflasi. Alhamdulillah kita juga bisa jaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi, investasi juga masuk, ini otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Bupati.
Menurut Bupati, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut pada akhirnya harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Berbagai program pemerintah daerah akan terus dilaksanakan dan dievaluasi agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal. “Ya dampaknya kesejahteraan masyarakat. Jadi visi-misi kami insyaallah bisa kita capai. Kita kan visi-misi itu kan janji kami kepada masyarakat bahwa kita pengin bagaimana masyarakat kita sejahtera. Kuncinya adalah kesejahteraan,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati menaruh perhatian terhadap sejumlah komoditas pangan yang berpengaruh terhadap perkembangan harga, di antaranya cabai, daging, dan ayam. Tingginya kebutuhan cabai di Kabupaten Madiun menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi melalui peningkatan produksi pertanian. “Makanya kita akan antisipasi. Insyaallah nanti dari Dinas Pertanian akan mengadakan penelitian, mudah-mudahan kita harusnya menjadi untuk tanam cabai, untuk bisa memenuhi ini,” ungkap Bupati.
Dalam forum tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Deasi Surya Andariningrum menyampaikan sejumlah isu strategis ekonomi yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan volatilitas harga pangan. Menurutnya, Kabupaten Madiun memiliki potensi besar pada sektor pertanian sehingga diperlukan langkah mitigasi untuk menjaga produksi dan stabilitas harga komoditas pangan.
Deasi juga memberikan rekomendasi pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi yang efektif. Penguatan kerja sama antardaerah, optimalisasi stok Bulog, operasi pasar, pemantauan harga, serta edukasi kepada masyarakat menjadi langkah yang perlu terus diperkuat.
Selain pengendalian inflasi, digitalisasi daerah menjadi salah satu fokus dalam HLM. Melalui TP2DD, pemerintah daerah didorong memperkuat implementasi roadmap digitalisasi, meningkatkan transaksi pemerintah melalui kanal elektronik, mendorong penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKP-PD), serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Dalam jangka panjang, pemanfaatan kanal pembayaran digital oleh masyarakat dan integrasi sistem juga perlu terus dikembangkan untuk mendukung tata kelola keuangan yang transparan dan efisien.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menyampaikan bahwa HLM merupakan forum strategis karena mempertemukan para pemangku kebijakan untuk merumuskan langkah bersama. TPID memiliki peran dalam memantau harga, menjaga pasokan, serta melakukan langkah pencegahan terhadap potensi kenaikan inflasi. TP2DD diarahkan untuk memperkuat transparansi dan efisiensi tata kelola keuangan, sedangkan TP2ED menjadi bagian penting dalam mendorong sektor produktif, UMKM, dan investasi.
“Memang butuh sebuah konstelasi, sebuah kolaborasi dan sinergi atas pemangku kebijakan supaya tiga program ini benar-benar bisa terlaksana dengan baik di Kabupaten Madiun,” ungkap Wabup.
Melalui HLM tersebut, Pemkab Madiun bersama Bank Indonesia, BPS, Bulog, perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperluas digitalisasi, serta mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Kabupaten Madiun yang Bersih, Sehat, dan Sejahtera.
Jurnalis
Eko/ kom
Editor
Red
Dibaca
18.752
0Komentar