Madiun l Gadingnews.co.id - Mewakili Pemkab.Madiun Wakil Bupati Purnomo Hadi Bersama Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Fitriya Purnomo Hadi meninjau pelaksanaan Bulan Timbang di Posyandu Mawar ll Desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng. Pada Selasa (11/8/2026). Di lokasi Ruang Posyandu Mawar II dan transit ke Pendopo Kantor Desa Ngale.
Agenda dihadiri oleh Wabub Madiun Purnomo Hadi Bersama Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Fitriya Purnomo Hadi, Camat Pilangkenceng, Kades, ketua PKK Desa dan kader PKK, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas sosial, Dinas KB, Ketua Baznas Muhammad Ahsin Sakhok Yahya, Kesbang, ibu hamil, dan ibu anak balita.
Dari keterangan Kader pelayanan posyandu balita dan ibu hamil, bahwa untuk total seluruh desa Ngale dibagi 3 posyandu, anak balita sejumlah 93 balita. Adapun yang stunting total ada 7, khusus posyandu mawar ll ada 3 balita. Ada bantuan sembakau 10 paket dari Baznas.
Saat Wabub memasuki ruang posyandu perdana berikan vitamin A langsung salah satu balita usia 1 tahun dan 4 tahun. Berikutnya lebih dominan bertanya - tanya langsung pada bumil dan ibunya balita. Karena pelayanan konsultasi untuk balita cukup baik, mencerminkan anak- anak balitapun nampak sehat," Wabub sampaikan disela-sela bercanda dengan balita.
Camat Pilangkenceng sampaikan," Dalam rangka monitoring bulan peserta tahun 2026 kegiatan pengembangan dan pengukuran anak secara berkala. Hal tutorial dilaksanakan pada kegiatan Posyandu sangat penting, karena bertujuan untuk dapat membantu dini terhadap resiko stunting. Demi mewujudkan masa depan cerah generasi yang akan datang untuk itu kiranya, tidak salah kita harus berkomitmen mensukseskan pelaksanaan bulan timbang.
Pagi hari ini kita harus memastikan semua anak yang hadir di Posyandu untuk dapat mendapatkan pengukuran berat dan tinggi badan serta mendapatkan kebutuhan vitamin-vitamin yang dibutuhkan untuk perkembangan anak.
Dahsyat ( dapur sehat) atasi stunting yang kita undang dan tim pendukung dari Puskesmas UPT Puskesmas Krebet.
Dalam monev di lokasi pendopo Wabub Purnomo Hadi menyampaikan,"Agustus adalah bulan timbang di Kabupaten Madiun itu dilakukan secara tertib. Karena apa bulan timbang ini juga sekaligus untuk mengadakan verifikasi dan validasi terhadap stunting.
Terjadi gangguan tumbuh dan kembangnya. Lahir sampai 12 bulan.
1 tahun sampai 5 tahun anak balita bawah, usia anak-anak dibagi menjadi empat. Pertama anak pada waktu tumbuh di janin, yang kedua anak di bawah 5 tahun, 6 - 18 tahun anak sekolah 18-59 tahun usia produktif, di atas 60 tahun adalah usia lansia.
Gangguan tumbuh kembang tumbuh itu artinya berat badan sesuai dengan usia. kognitifnya perkembangan intelegensinya artinya apa misalnya anak harusnya di usia yang diberapa bisa merangkak belum merangkak dia harusnya sebelum harusnya sudah usia duduk belum bisa duduk anak harusnya sudah secara apa namanya pertumbuhannya perkembangannya harga biasa jalan tidak bisa jalan artinya ada gangguan tumbuh dan ada gangguan kembang.
Tumbuh atau kembang ini ada penyebabnya sejak di dalam janin di dalam rahim Kenapa demikian pada waktu ibu hamil dibawa umur 20 tahun.
Nikah ini itu di bawah 20 tahun secara teori fungsi reproduksi wanita maupun laki-laki belum berkembang sempurna artinya nanti kalau hamil orang yang usianya di bawah 20 tahun laki-laki maupun perempuan biasanya kualitas bayi yang dilahirkan atau tumbuh kembangnya nanti anak kurang optimal.
Jaga kuantitas otak cerdas. kuantitas yang akan menentukan kecerdasan anak ke depan. Makanya orang yang lagi hamil di dalam janin Itu gizinya harus terpenuhi. Ada tiga komponen besar sumber karbohidrat sumber protein sumber lemak ditambah dengan mineral dan sebagainya.
Wabub menambahkan
Peninjauan untuk memvalidasi perkembangan fisik balita serta kondisi kesehatan ibu hamil secara akurat tidak fiktif. Pentingnya validasi data lapangan, pada Bulan Timbang setiap Februari dan Agustus untuk mengukur ketepatan igizi.
Prinsipnya kita melakukan verifikasi dan validasi terhadap perkembangan ibu hamil dan balita. Kabupaten Madiun berhasil menekan angka stunting
hingga mencapai kisaran 5,02%, Mendasar data penimbangan bulan Februari yang mana berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur sekitar 12%.
Jurnalis : eko
Editor : red
Dibaca
23.032
0Komentar