Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan mengedepankan pesan persatuan serta penguatan karakter generasi muda di wilayah setempat.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto. Bupati Madiun mengajak seluruh generasi muda agar memiliki karakter gigih, tangguh, semangat juang tinggi, dan rasa nasionalisme untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Agenda Upacara Sumpah Pemuda dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua PN, Sekda), Kepala perangkat daerah, PKK Kabupaten Madiun, Pimpinan organisasi wanita, serta tokoh agama.
Upacara dimeriahkan dengan pelajar serta penampilan dari 14 perguruan pencak silat di Kabupaten Madiun. Kegiatan ini melibatkan sekitar 3.000 pendekar, yang melambangkan bahwa perbedaan latar belakang dan aliran pencak silat tidak menjadi penghalang untuk tetap bersatu dalam "Kampung Pesilat".
Bupati Madiun Hari Wuryanto sampaikan," mengingatkan kembali sejarah 98 tahun lalu saat para pemuda Indonesia mengikrarkan janji untuk menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad berdiri sebagai satu bangsa yang dinamakan "Sumpah Pemuda" menjadi Hari
Lanjut Bupati katakan," kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti gedung yang menjulang tinggi, teknologi canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Menurutnya, kemajuan dimulai dari manusia, karakter, hati yang mencintai tanah air, jiwa pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama.
Guna membentuk generasi masa depan, Bupati memaparkan tiga pilar karakter utama yang harus dimiliki pemuda. Patriotik mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Mengisi pembangunan.
Gigih tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan, tidak runtuh karena kegagalan, dan terus memberikan yang terbaik, menjaga keharuman bangsa. Berempati merasakan kesulitan sesama dan tidak berpaling saat masyarakat membutuhkan pertolongan. Ada rasa yang saling mengasihi sesama bangsa.
Jurnalis
Eko
Editor
Red
Dibaca
21.501
0Komentar